Kamis, 27 November 2008

SRMI Butuh Satu Unit Ambulance

Untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan Keluarga Miskin

Cianjur | Jurnal Bogor
Minimnya dukungan biaya, tak menyurutkan semangat para aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Kabupaten Cianjur dalam membantu meningkatkan fungsi layanan kesehatan keluarga miskin di Cianjur. Hanya bermodal semangat dan kepedulian yang tinggi dalam membantu melayani kepentingan keluarga miskin, upaya pendampingan terus mereka lakukan.

Dalam menjalankan program membantu meningkatkan layanan kesehatan keluarga miskin di Cianjur, sampai saat ini kami tidak pernah mendapatkan support biaya dari pihak manapun. Untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kebutuhan lainnya, kami lebih banyak merogoh saku sendiri, jelas Ketua SRMI Cianjur Herman Sulaeman saat ditemui di kantornya, kemarin.

Dalam melayani Jaminan kesehatan keluarga miskin ini, lanjut Herman, pihaknya tidak mengenal batas waktu dan jarak tempuh. “siang maupun malam, kalau ada keluarga miskin yang meminta bantuan, jam berapapun tetap kami layani. Termasuk keluarga miskin yang tinggal di pelosok, juga kami bantu,” tandas herman.

Dijelaskan pula, keluarga miskin yang dilayani tak hanya terbatas pada keluarga yang memegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dari pemerintah saja. Keluarga miskin yang tidak mengantongi kartu Jamkesmas pun sama mendapatkan layanan prioritas, “bahkan, termasuk yang tidak mengantongi KTP pun juga kami bantu,” katanya.

Diakui Herman, dalam menjalankan programnya membantu meningkatkan layanan kesehatan keluarga miskin, SRMI acap kali dihadapkan pada beberapa kendala. Diantaranya mental petugas rumah sakit setempat yang terkadang suka mempersulit kemudahan-kemudahan yang semestinya di dapat keluarga miskin. “bahkan oknum petugas yang nakal, sering memaksakan pasien keluarga miskin untuk menebus resep saat kami tidak ada di tempat,” ungkapnya.

Kendala lain yang tak kalah seriusnya adalah minimnya infrastruktur mobilisasi. Karena tidak memiliki kendaraan angkutan khusus (ambulance, red) untuk membawa pasien dari lokasi tempat tinggal ke rumah sakit terdekat masih harus menggunakan ojeg atau angkutan umum.

“idealnya, untuk mendukung program ini, kami harus memiliki paling tidak satu buah ambulance, dengan begitu, layanan juga akan jauh lebih optimal dan tidak memakan banyak waktu,” tuturnya, setengah berharap.

Sampai saat ini, tercatat sudah lebih dari 50 keluarga miskin yang mendapatkan bantuan layanan khusus dari SRMI. Mereka yang dibantu tidak hanya sebatas penderita penyakit biasa. Akan tetapi, juga penyakit tertentu yang pengobatannya harus melalui proses bedah. “Rumah sakit yang kami akses bukan hanya di Cianjur, melainkan juga Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung dan sejumlah Rumah Sakit besar di Jakarta. Untuk keperluan pengobatannya, pasien keluarga miskin tidak diminta bayaran sepeserpun,” tambahnya. | Disma M T

Seja o primeiro a comentar

Followers

Cianjur Berlawan © 2008 Template by Dicas Blogger.

TOPO